Menulis adalah Cinta
Sahabat, menulis itu seperti cinta. Cinta
membuatmu terdorong tuk melakukan sesuatu tanpa harap balas jasa. Maka menulis
pun mengajak kamu tuk terus memberi: mengeja huruf menjadi kata, menatasetiap
kata hingga menjadi kalimat, kemudian menjadi paragraf dan begitu seterusnya.
Sahabat, ya menulis itu mencintai apa yang ada
dalam pikiran juga hatimu. Cinta, sebab dengannya kamu dapat berbagi manfaat
dengan sesiapa. Hatimu terasa tenang bila semuanya dapat kamu bagi dengan
siapapun di sekitar kamu. Tanpa cinta, maka sangat susah rasanya berbagi kata,
demikian ungkap seorang teman.
Sahabat, masih ingatkan kamu di saat Rasulullah
mengingat umatnya dengan ungkapan “umatiy…, umatku”? Sungguh, itu karena rasa
cinta beliau kepada kita umatnya. Begitu juga menulis. Kalau kamu mencintai ia,
ya menulis, maka kamu akan tergoda tuk menulis dan menulis. Kamu tak kalah oleh
rasa malas yang kerap datang. Kamu tak mau takluk oleh berbagai alasan yang
mengada-ada.. yang membuat kamu enggan berkarya.
Sahabat, coba bayangkan… kelak karya tulismu
dibaca oleh jutaan orang di seluruh dunia. Bukan saja bangga, mereka pun
mendapat manfaat begitu banyak kisah, cerita dan inspirasi dari karyamu.
Bahkan, sahabat yang baik, coba bayangkan karya tulismu kelak dapat kau
hadiahkan tuk kedua orangtua yang mencintaimu hingga kini. Coba bayangkan juga
karya tulismu kelak dibaca oleh sahabat terdekatmu. Sungguh, itu sesuatu.
Sahabat, jadi apa yang membuatmu belum menulis?
Aku yakin, alasannya sederhana: kamu masih merasa kalah oleh kenyataan. Padahal
kamu adalah orang hebat. Kamu punya kata-kata, punya serpihan bermakna. Kamu
punya isi hati, pikiran juga perasaan. Sungguh, setiap hari kamu menabung kosa
kata ribuan banyaknya. Kini sudah saatnya tuk kamu bagi kepada pembaca yang
sudah lama menanti karyamu, ya menanti tulisanmu.
Sahabat, sangat susah rasanya bila menulis tanpa
rasa cinta. Untuk itu, menulislah karena cinta. Kalau dalam hatimu ada cinta,
maka menulis adalah salah satu ekspresi cinta paling baik. Karena dengannya
kamu dapat berbagi tentang banyak hal, tentang berbagi manfaat juga inspirasi.
Jadi sahabatku, selamat menulis, aku yakin kamu bisa. Teruslah menulis, sebab,
sekali lagi, menulis adalah cinta! [Oleh: Syamsudin
Kadir—Direktur Eksekutif Penerbit Mitra Pemuda, Pegiat PENA dan Pendidikan
Islam di Institut Agama Islam Bunga Bangsa Cirebon-IAI Bunga Bangsa Cirebon]
Subscribe to:
Post Comments
(
Atom
)

No comments :
Post a Comment