Senat Mahasiswa IAI BBC Silaturahim ke DPRD Kabupaten Cirebon
Mahasiswa selalu terkenal dengan
aski demontrasinya. Bahkan dalam sejarah perjalanan bangsa Indonesia, aksi
mahasiswa mampu melengserkan penguasa yang dianilai telah melakukan rezimentasi
berpuluhan tahun.
Lain dulu, lain sekarang. Era ini
mahasiswa melalui formulasi baru berupa dialog di atas meja, dapat menyampiakan
kehendaknya secara cerdas dan cermat. Pola ini mungkin kerap dianggap sepele,
namun faktanya pola ini seringkali lebih efektif daripada sekadar aksi
demontrasi.
Untuk hal itu, pada Kamis 16
Februari 2017 lalu Senat Mahasiswa Keluarga Besar Mahasiswa Institut Agama
Islam Bunga Bangsa Cirebon (SEMA KBM IAI BBC) melakukan kunjungan atau
silaturahim resmi ke Ibu Hj. Yuningsih (Wakil Ketua DPRD Kabupaten Cirebon). Pada
pertemuan kali ini unsur Dewan Eksekutif Mahasiswa (DEMA) KBM IAI BBC juga
turut hadir.
Pada kesempatan kali ini Ibu Yuningsih
menegaskan pentingnya berorganisasi dan membangun komunikasi antar elemen
masyarakat dengan pemangku kebijakan daerah termasuk dengan DPRD Kabupaten
Cirebon. “Mahasiswa tak cukup belajar di kelas, sebab mahasiswa punya
tanggungjawab sosial kepada masyarakat luas. Karena itu, mahasiswa mesti
berorganisasi. Dengan begitu, mahasiswa punya bekal yang cukup dalam merespon bahkan
mengkritik realitas sosial,” tegas Wakil Ketua DPRD Kabupaten Cirebon ini.
Pada kesempatan kesempatan kali ini Syamsudin
Kadir selaku Ketua SEMA KBM IAI BBC Periode 2016-2017 menegaskan bahwa tujuan
silaturahim kali ini adalah untuk memperkuat jaringan dan komunikasi mahasiswa
IAI BBC dengan wakil rakyat. “Senat Mahasiswa sebagai lembaga legilslatif
mahasiswa punya kepentingan dengan elite politik, terutama dengan pengambil
kebijakan di level pemerintahan daerah. Untuk itu, silaturahim kali ini
diupayakan dapat memperkuat posisi mahasiswa sekaligus hubungan baik dengan
legilslatif atau DPRD Kabupaten Cirebon,” tegas penulis ratusan essai dan
artikel di media massa ini.
Bang Kadir—demikian ia disapa—menambahkan
bahwa mahasiswa mesti memperluas jaringan dan komunikasi, bukan saja antar
organisasi mahasiswa tapi juga antar elemen pemerintahan, terutama DPRD. “DPRD
adalah penyalur aspirasi, karena itu atas nama rakyat, mahasiswa mesti
menyampaikan kritik dan aspirasinya secara terus menerus. Mahasiswa tak cukup
aksi massa, tapi juga aksi gagasan. Mahasiswa perlu berdebat atau berdialog
dengan DPRD perihal kondisi masyarakat Cirbon dan sekitarnya,” tegasnya. [Kamis/16/2/2017—PENA-Jurnalistik
KBM IAI BBC 2017]
Subscribe to:
Post Comments
(
Atom
)

No comments :
Post a Comment