Mahasiswa IAI BBC Prioritaskan Dialog Satu Meja
Biasanya
mahasiswa menyampaikan aspirasi dan pemikiran mereka melalui aksi demontrasi
dengan turun di jalanan. Ada cara yang lebih etis untuk menyampaikan pendapat,
tanpa harus berkoar di di jalanan, yaitu dialog satu meja dengan pemerintah.
Hal
ini disampaikan oleh Ketua Senat Mahasiswa Keluarga Besar Mahasiswa Institut
Agama Islam Bunga Bangsa Cirebon (SEMA KBM IAI BBC) Syamsudin Kadir saat
pembukaan Sidang Umum SEMA KBM IAI BBC di kampus setempat, Sabtu (18/2/2017).
“Mahasiswa
mesti bersikap kritis atas realitas sosial yang ada sebagai sumbangsih terhadap
pembangunan. Pemerintah sebagai pemegang kendali pembangunan mesti diberi
masukan, ide segar dan evaluasi. Polanya tak mesti di luar pagar kekuasaan atau
dalam bentuk aksi massa, tapi juga bisa berdialog di atas meja kekuasaan,”
paparnya.
Bahkan
menurut, Syamsudin Kadir, Mahasiswa mesti membangun dialog dengan pemegang
kendali kekuasaan, sebab itulah yang membuat mahasiswa tak sekadar pandai
berorasi di jalanan tapi juga cerdas dalam mendialektikakan gagasan-kritisnya
di atas meja kekuasaan. Itu pola baru yang mesti menjadi tren baru mahasiswa
dalam membangun dan memperkuat wacana di ruang publik.
Menurutnya,
pemerintah bukan musuh mahasiswa, tapi mahasiswa juga bukan agen pemerintah.
Mahasiswa tetap pada posisinya sebagai gerakan ekstraperlementer yang selalu
kritis sekaligus dukungan kepada pemerintah dalam upaya membangun keadilan dan
kesejahteraan sosial bagi kehidupan masyarakat luas.
Sebagai
Ketua SEMA ia menegaskan bahwa mahasiswa mesti mengambil bagian dalam
menghadirkan perubahan dan perbaikan bangsa yang diawali dengan turut mengambil
bagian dalam memajukan kampus.
“Sebagai
organisasi tertinggi di lingkup KBM IAI BBC, SEMA punya peran penting untuk
menyolidkan seluruh organisasi di IAI BBC. Semua organisasi mesti berperan
aktif dalam memajukan kampus,” lanjutnya.
Di
tempat yang sama H. Oman Faturohman, MA selaku Rektor IAI BBC meyakinkan kepada
aktivis SEMA, DEMA, UKM, UKK dan organisasi dalam naungan IAI BBC bahwa
berorgansiasi bermakna bergerak dan menghadirkan perubahan dengan basis
pengetahuan.
“Organisasi
menjadi sarana terbaik dalam menggembleng jiwa kepemimpinan mahasiswa. Sehingga
kelak mampu menjadi pemimpin di berbagai sektor kehidupan publik,” tegas Rektor
yang murah senyum ini.
Rektor
menegaskan bahwa pimpinan kampus sangat menanti peran praktis organisasi
mahasiswa dalam bingkai KBM untuk kemajuan kampus. Bahkan pimpinan kampus juga
siap menerima saran dan kritik mahasiswa. “Kami siap dikritisi mahasiswa, asal
tetap dalam koridor dan azas kesantunan, di samping mengedepankan musyawarah
dan azas kekeluargaan. Semuanya demi kemajuan kampus tercinta IAI BBC”
lanjutnya. [PENA-Jurnalistik/KBM IAI
BBC/2017]
Subscribe to:
Post Comments
(
Atom
)

No comments :
Post a Comment